Seni Menilai Kinerja Bawahan

Image result for performance appraisal

Memasuki akhir tahun, salah satu pekerjaan penting  yang dilakukan leader adalah menilai bawahan atau anggota tim. Pekerjaan ini gampang-gampang sulit.

Secara konsep dan praktek terlihat mudah dilakukan. Namun, jika tidak tepat dalam mengelolanya, alih-alih memperkuat hubungan atasan-bawahan bisa jadi malah merenggangkan hubungan yang berdampak pada kinerja tim di masa yang akan datang.

Fakta dan Bukti

Menilai kinerja harus dilakukan berbasis fakta dan bukti. Fakta dan bukti membuat penilaian kinerja lebih objektif. Atasan harus mengumpulkan data yang bisa dipercaya dari berbagai sumber, apakah itu dari unit SDM, keuangan, pelanggan, atau unit lain, rekan kerja dan juga hasil dari pengamatannya sendiri.

Untuk perusahaan yang sumber informasi penilaian kinerjanya sudah baik dan terintegrasi, biasanya mudah mencari informasi, apalagi untuk sasaran yang bersifat kuantitatif. Tapi untuk penilaian yang bersifat perilaku dan kualitatif, ini menjadi tantangan tersendiri karena rawan, sifat subjektifnya tinggi.

Untuk mengatasinya, pastikan atasan memiliki catatan (critical incident) anggota timnya selama satu tahun. Tidak semua perilaku ditulis, cukup ditulis perilaku positif dan negatif yang terkait pencapaian kinerja dan pencapaian perilaku yang dituntut perusahaan.

Waktu khusus

Leader harus menyediakan waktu khusus untuk penilaian kinerja agar hasil yang dicapai lebih dari sekedar yang bersifat administratif. Buatlah kesepakatan dengan bawahan kapan waktu yang tepat untuk pertemuan penilaian kinerja.

Penilaian kinerja bawahan tidak sebatas memberikan skor kemudian menyampaikan ke bawahan atau meminta tanda tangan bawahan sebagai bukti kesepakatan. Lebih dalam dari itu, dalam penilaian kinerja ada komunikasi dan hubungan hangat yang dibangun, pengakuan dan penghargaan, refleksi atas pencapaian, selebrasi atas keberhasilan, problem solving untuk perbaikan kinerja, serta komitmen bersama yang  dibangun terus ke depannya. Ini semua membutuhkan waktu yang cukup.

Pujian

Terlepas dari apa pun capaian bawahan, jangan pernah ragu untuk mencari hal-hal positif yang bisa dipuji. Setahun sudah bawahan bahu membahu membantu pencapaian leader. Ini momen yang tepat untuk mengucapkan terima kasih sembari memberikan pujian atas kontribusi dan partisipasinya.

Semakin deskriptif pujian yang diberikan semakin bagus. Dari pada berkata, “Saya bangga, Anda karyawan yang hebat.” Lebih baik sampaikan, “Saya bangga, Anda telah menghidupkan tim ini, ide-ide segar Anda dan pengaruh Anda dalam tim mampu meningkatkan penjualan tim 30% lebih banyak.”

Puji